Showing posts with label Dislautkan. Show all posts
Showing posts with label Dislautkan. Show all posts

Abrasi di Samas


Beberapa titik abrasi pada Sungai Opak Hilir.
Panah kuning dan garis lengkung merah 
adalah titik yang terkena abrasi/gerusan.

Garis putus-putus hijau 
adalah suangan/muara yang bergeser 
dari timur sampai saat ini di Samas.

Panah biru adalah aliran Sungai Opak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Sosialisasi KPTK

Sosialisasi Pengembangan Hutan MangroveBerbasis Masyarakat

Kelompok Pelaksana Teknis Kegiatan  ( KPTK )

Desa Tirtohargo Kretek Bantul DIY

 

Hari tanggal       : Selasa , 11 Desember 2012

Waktu                : Jam 08.00 sd 14.00 WIB

Tempat  : Balai Desa Tirtohargo Kretek Bantul

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Gubug dan Suangan

Hari ini tadi terasa penuh kegiatan. Satu kegiatan untuk perbaikan gubug Mbah Warsono, juga pembangunan Ruang Display Mangrove dari BRI serta Gotong royong Bedah Suangan, juga restocking kepiting.

....
Untuk perbaikan gubug Mbah Warsono, sore hari ini sudah selesai. Pekerjaan ini dilakukan selama 3 hari, dengan digotong-royongkan warga dan pemuda-pemudi dusun Baros. Perbaikan yang dilakukan meliputi mengganti blandar dan molo serta dinding gedeg bambu. Sementara genteng masih bisa dipakai, serta mengganti beberapa usuk dan reng yang sudah usang.

 Sekarang gubug dibagi menjadi dua unit ukuran 4 x 12 m dan 4 x 8 m. Dulunya satu unit 4 x 26 m, kemudian yang 4 x 12 dipergunakan sebagai tempat istirahat dan tempat tinggal Mbah Warsono sedangkan yang satu unit sebagai kandang sapi dan ayam peliharaan Mbah Warsono. 

Gubug nya sekarang sudah lebih bagus dan keliahatan kokoh, tidak mleyot-mleyot lagi, tinggal dibersihkan puing-puing sisanya dan akan tampak asri. Juga sudah dialokasikan satu lokal ruang untuk tempat sepeda bagi para pemancing maupun tamu yang mau singgah....silakan dikunjungi kapan-kapan.

.....
Sementara untuk pembangunan Ruang Display Mangrove dari BRI juga terus dilakukan dan saat ini sudah memasang tembok bata bagian belakang ( utara ) juga samping ( barat dan timur ) dan sebagian sisi depan ( selatan ). Rencananya kemarin mau mengurug bagian dalam, namun lokasi untuk mengambil tanah urug teremdam oleh genangan air yang meluap karena Buntu Suangan. Jadinya untuk urug dalam bangunan sementara ini ditunda.

 .....
Sedangkan kegiatan gotong-royong Bedah suangan hari tadi dilakukan dari pagi jam 9 sampai sore malam hari ini. Warga yang melakukan bedah suangan ini dari desa Tirtohargo dan juga dari Desa Srigading, juga hari ini dibantu oleh personil SAR dan TRC,PBK Penanggulangan Bencana Bantul, Koramil , Polsek. 

Sampai dengan sore malam tadi warga berhasil membuat saluran untuk membuka muara yang menghubungkan air dari sungai Opak menuju Laut, sehingga genangan air yang meluap ke persawahan dapat surut.

Namun agaknya besar dan kerasnya ombak laut selatan membuat saluran yang dibuat tadi tertimbun oleh pasir lagi dan menghambat aliran air Opak.
Akibat genangan luapan Buntu Suangan ini banyak sawah warga masyarakat dari desa Tirtohargo dan Srigading yang terendam beserta dengan tanamannya. Sebagian tanaman yang masih bisa dipanen diusahakan untuk dipanen, sedangkan yang masih usia muda ya tetap dibiarkan terendam, sambil menunggu keajaiban kalau-kalau masih bisa hidup....
.....
Sementara sore tadi di Kawasan Mangrove juga dilakukan penebaran bibit kepiting kurang lebih 40 kilo oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul. Penebaran ini dalam rangka restocking kepiting agar dapat berkembang biak di kawasan ini.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Ikan Paus


Ikan paus, menurut warga setempat jenis ikan paus ikan Nagalintang ( atau hiu karena sirip ekor berdiri, berwarna hitam dan ada bintik berwarna putih) seberat kurang lebih 5 ton ( kira-kira diameter 15m dengan panjang 20an m ), Rabu tadi petang terdampar di pantai Pandansimo ( barat pantai kuwaru ), Poncosari, Srandakan, Bantul.

 
Kemungkinan ikan tersebut masih hidup sewaktu terdampar dipinggi pantai, namun karena karena sebagian terendam pasir, kemungkinan bisa mati nantinya.
Menurut warga dan juga melihat kondisi disana, kemungkinan ikan itu terdampar karena berusaha mengejar ikan-ikan kecil ( teri ) yang kebetulan juga sedang banyak di pantai ini. Ini terlihat dari banyaknya ikan teri yang ikut terdampar ketika ombak menerpa ke pantai.
 

Sampai dengan malam ini banyak warga dan juga pihak terkait ( sar, polsek, koramil, pamong desa dan juga dinas terkait ) yang berusaha untuk menolong ikan tersebut, namun karena ikan tersebut besar dan juga karena ombak, maka ikan tersebut sepertinya tidak bergeming sedikitpun, kemungkinan ikan ini akan dinaikkan ke darat dan akan dikebumikan agar tidak membusuk. 
 
 



Usaha untuk evakuasi menaikkan ikan ke darat ini akan dilanjutkan besuk pagi, dengan mendatangkan peralatan dari dinas terkait.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Project 37.500 batang..lanjutan posting dulu

Project 37.500 batang bibit Mangrove dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi DIY ternyata telah berjalan. Beberapa waktu yang lalu sebagian bibit telah di"drop" di wilayah Samas.

Oleh rekanan pengadaan bibit di"drop" di wilayah Samas, karena kemudahan untuk bongkar, serta transportasi menggunakan kendaraan yang besar, juga karena lokasi Samas juga masuk dalam zona penanaman. Bibit yang telah di"drop" ini sebagian juga sudah ditanam oleh warga masyarakat, sebagian lagi dan masih banyak yang belum tertanam. Hal ini karena kondisi wilayah yang baru saja tergenang oleh "Buntu Suangan" juga saking banyaknya bibit Mangrove.

Wilayah penanaman ini dimulai dari ujung laguna sebelah barat ke timur, di sisi utara. Yang mana kawasan ini sekarang terdapat lumpur endapan banjir musim hujan lalu, yang cukup luas membentang dari ujung barat sampai ujung timur.

Sementara untuk wilayah sekitar Mangrove yang sudah ada saat ini, sebelah timur, kemarin KP2B melansir bibit Mangrove untuk dibawa ke Kawasan Mangrove, untuk dapat ditanam sedikit demi sedikit.

Hal ini dikarenakan untuk wilayah Timur kondisinya sekarang banyak yang airnya dalam, sehingga mengurangi luasan zona untuk penanaman.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Cor Block n Con Block




Melanjutkan.....
Tahapan pekerjaan pengerasan jalan tanggul dan area parkir sudah memasuki minggu ke-3. Saat ini pekerjaan pembuatan kalen ( lubang ) untuk cor hampir selesai.



Pekerja mulai meratakan pasir dan batu kerikil sebagai dasaran dari Cor Block. Hamparan pasir krikil ini setebal kurang lebih 10 cm, dan memanjang sepanjang rencana pengecoran. 



 Dibuat dua jalur kiri dan kanan, sedang pada bagian tengah dipakai pembatas dari jalan tanggul asli. Lebar keseluruhan cor ( 80 + 80 ) cm, ditambah median tanah asli ( 80 ) cm , sehingga lebar totalnya 240 cm, masih ada bahu jalan tanggul dikiri-kanan cor kurang lebih 60 cm. Cukup lebar dan sudah muat untuk kendaraan mobil bahkan mini bus.
Mulai dua hari lalu sudah dilakukan pengecoran diatas dasaran Sirtu. Pengecoran dilakukan dengan menggunakan "molen" cor untuk memudahkan mencampur material, kemudian untuk meratakannya diusung dengan "angkong".

Menurut para pekerja kendala yang menyulitkan saat ini adalah air untuk menyiram dasaran tanah serta untuk mengaduk material, hal ini terkait jauhnya air sumur, sedangkan 
kalau mengambil air sungai , airnya payau, mengandung garam. Juga cuaca sangat panas membuat cepat lelah, ditambah saat ini sedang puasa.

Beberapa waktu lalu pekerjaan akan terhenti untuk beberapa waktu, hal ini karena saat itu  muara sungai Opak yang menuju ke Laut ( suangan ) mulai tertutup lagi, sehingga air sungai tidak bisa masuk menuju ke Laut, dan akibatnya terjadi genangan yang meluap ke persawahan juga sampai pada lokasi pekerjaan pengecoran ini. ( lihat postingan terdahulu tentang buntu suangan ). Saat ini genangan luapan air sudah surut karena , beberapa warga dusun sudah melakukan bedah suangan, sehingga pekerjaan tetap dapat berjalan.




 








  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Cor Block n Con Block

Kemarin, Senin 9 Juli 2012 Dinas Kelautan dan Perikanan memulai pekerjaan "pembangunan dan perkerasan" Parkir dan Jalan di Lokasi Mangrove.
Pekerjaan ini adalah membuat perkerasan untuk area Parkir dengan meng"conblock" sebidang tanah yang biasanya digunakan untuk mendirikan tenda tamu.

 
Juga dalam pekerjaan selanjutnya akan dilakukan perkerasan jalan tanah dengan meng"cor block" jalan tanah dari area Parkir ini menyambung jalan Cor block yang dulu telah di"gotongroyong"kan warga dan pemerintah.
Pekerjaan Pembangunan dan Perkerasan area parkir dan jalan ini nantinya diharapkan sebagai kemudahan fasilitas menuju dan beraktifitas di Lokasi Mangrove. Yang mana pada musim hujan nanti para pengunjung dapat menuju dan beraktifitas di Kawasan Mangrove tanpa terkendala jalan becek, serta juga tidak lagi repot untuk memarkir kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Rencana 375oo Mangrove


Senin, 20 Februari yang lalu rencananya Staf Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Bantul dan Propinsi DIY akan datang di Desa Tirtohargo.
Maksud rencana kedatangan DKP ini untuk mensurvey lokasi rencana penanaman 37 ribu batang Mangrove pada tahun ini. Namun karena beberapa hal yang ada di Kantor, maka acara tersebut tidak terlaksana. Dan "katanya" baru terlaksana Selasa, keesokan harinya, yang kemudian tim didampingi oleh Pak Dwi dan Kuncoro ( KP2B juga Pokja Mangrove ) melakukan survey lapangan. 
Hasilnya.....? 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

DPRD ( Bantul )

Tim DPRD ( Bantul ) bersama dengan Dinas DKP Propinsi dan Bantul, Selasa siang ini melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Mangrove Dusun Baros.

Tim melakukan tinjauan kondisi Mangrove dengan diantarkan oleh KP2B. Tim menyoroti mengenai fungsi Mangrove dan keuntungan positif dari adanya Mangrove ini. Tim juga menambahkan beberapa hal terkait pemanfaatan lahan kosong di kawasan Mangrove untuk pengembangan budidaya Perikanan. Misalnya untuk pemeliharaan Kepiting Bakau, Ikan Air Payau, maupun untuk kegiatan wisata air alam.

Setelah puas beberapa waktu di Kawasan Mangrovu untuk pengamatan dan peninjauan serta tanya jawab bersama dengan Warga dan KP2B, tim kemudian melanjutkan perjalanan dinas ke Pantai Depok.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Workshop Konservasi Mangrove

Jumat, 29 Juli 2011, RM Parangtritis
Diselenggarakan Workshop Program Mitra Bahari : Pengembangan Kawasan Konservasi di Provinsi DIY  ,   oleh Dinas Kelautan dan Perikanan ( Dislautkan ) Propinsi DIY serta Konsorsium Mitra Bahari Regional Center DIY.

Kegiatan ini diikuti oleh Warga Masyarakat desa Tirtohargo dari Unsur Pemuda/i , Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa, Kelompok Nelayan serta Mahasiswa KKN UGM

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0