Pada blog gambar yang ditampilkan terlihat sebuah “Sampan” dari bambu.
Perahu Sampan ini digunakan oleh para warga masyarakat sekitar sebagai alat transportasi menyeberangi Sungai Opak. Ketika warga akan menuju ke pantai daripada menyeberang , warga kemudian berinisiatif untuk membuat sebuah perahu/sampan untuk alat penyeberangan.
Perahu Sampan ini digunakan oleh para warga masyarakat sekitar sebagai alat transportasi menyeberangi Sungai Opak. Ketika warga akan menuju ke pantai daripada menyeberang , warga kemudian berinisiatif untuk membuat sebuah perahu/sampan untuk alat penyeberangan.
Dahulu kalau warga akan menuju ke Pantai tidak cukup menyeberang dengan jalan kaki, karena waktu itu sungai opak tidak sedalam sekarang. Dulunya kedalaman rata-rata hanya sebatas pusar orang dewasa, dan sungainya tidak selebar sekarang. Dulu masih ada dataran-dataran yang ditumbuhi rumput dan dapat ditanami palawija ( jagung, kacang, ketela ) dan aliran sungai mengalir disekitaran dataran tersebut. Namun sekarang aliran sungai opak sudah melebar dan dalam bahkan dibeberapa tempat ada yang lebih dari 3 meter. Walaupun kondisi ini tidak tetap, dalam artian tempat yang dalam tidak selamanya terkadang berpindah-pindah tergantung dari kondisi “suangan” serta musim.






