Universitas Sanata Dharma mengadakan makrab bagi mahasiswa baru 2012 dengan rangkaian aksi sosial menanam bibit Mangrove di Dusun Baros, kemarin Sabtu, 8 September 2012.
Showing posts with label mancing. Show all posts
Showing posts with label mancing. Show all posts
Gubug dan Suangan
10:02 AM |
Labels:
BRI,
buntu suangan,
Burung,
Dislautkan,
Display,
ikan paus,
mancing,
Mangrove Baros,
Mangrove jogja,
Peta Mangrove
Hari ini tadi terasa penuh kegiatan. Satu kegiatan untuk perbaikan gubug Mbah Warsono, juga pembangunan Ruang Display Mangrove dari BRI serta Gotong royong Bedah Suangan, juga restocking kepiting.
....
Untuk perbaikan gubug Mbah Warsono, sore hari ini sudah selesai. Pekerjaan ini dilakukan selama 3 hari, dengan digotong-royongkan warga dan pemuda-pemudi dusun Baros. Perbaikan yang dilakukan meliputi mengganti blandar dan molo serta dinding gedeg bambu. Sementara genteng masih bisa dipakai, serta mengganti beberapa usuk dan reng yang sudah usang.
Sekarang gubug dibagi menjadi dua unit ukuran 4 x 12 m dan 4 x 8 m. Dulunya satu unit 4 x 26 m, kemudian yang 4 x 12 dipergunakan sebagai tempat istirahat dan tempat tinggal Mbah Warsono sedangkan yang satu unit sebagai kandang sapi dan ayam peliharaan Mbah Warsono.
Gubug nya sekarang sudah lebih bagus dan keliahatan kokoh, tidak mleyot-mleyot lagi, tinggal dibersihkan puing-puing sisanya dan akan tampak asri. Juga sudah dialokasikan satu lokal ruang untuk tempat sepeda bagi para pemancing maupun tamu yang mau singgah....silakan dikunjungi kapan-kapan.
.....
Sementara untuk pembangunan Ruang Display Mangrove dari BRI juga terus dilakukan dan saat ini sudah memasang tembok bata bagian belakang ( utara ) juga samping ( barat dan timur ) dan sebagian sisi depan ( selatan ). Rencananya kemarin mau mengurug bagian dalam, namun lokasi untuk mengambil tanah urug teremdam oleh genangan air yang meluap karena Buntu Suangan. Jadinya untuk urug dalam bangunan sementara ini ditunda.
.....
Sedangkan kegiatan gotong-royong Bedah suangan hari tadi dilakukan dari pagi jam 9 sampai sore malam hari ini. Warga yang melakukan bedah suangan ini dari desa Tirtohargo dan juga dari Desa Srigading, juga hari ini dibantu oleh personil SAR dan TRC,PBK Penanggulangan Bencana Bantul, Koramil , Polsek.
Sampai dengan sore malam tadi warga berhasil membuat saluran untuk membuka muara yang menghubungkan air dari sungai Opak menuju Laut, sehingga genangan air yang meluap ke persawahan dapat surut.
Namun agaknya besar dan kerasnya ombak laut selatan membuat saluran yang dibuat tadi tertimbun oleh pasir lagi dan menghambat aliran air Opak.
Akibat genangan luapan Buntu Suangan ini banyak sawah warga masyarakat dari desa Tirtohargo dan Srigading yang terendam beserta dengan tanamannya. Sebagian tanaman yang masih bisa dipanen diusahakan untuk dipanen, sedangkan yang masih usia muda ya tetap dibiarkan terendam, sambil menunggu keajaiban kalau-kalau masih bisa hidup....
.....
Sementara sore tadi di Kawasan Mangrove juga dilakukan penebaran bibit kepiting kurang lebih 40 kilo oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul. Penebaran ini dalam rangka restocking kepiting agar dapat berkembang biak di kawasan ini.Read User's Comments0
Mancing Ikan Gabus
Ikan ini banyak dijumpai di sungai-sungai yang masih banyak tumbuhannya.
Juga bisa ditemukan pada rawa-rawa yang juga banyak tanaman airnya. Karena ikan ini biasanya akan bersembunyi dibawah tanaman-tanaman air tersebut.
Juga bisa ditemukan pada rawa-rawa yang juga banyak tanaman airnya. Karena ikan ini biasanya akan bersembunyi dibawah tanaman-tanaman air tersebut.
Ikan Gabus ini termasuk ikan bersisik, namun punya lendir, sehingga cukup licin kalau dipegang. Ketika masih kecil ikan Gabus biasanya bergerombol dan kemana-mana selalu diikuti oleh induknya, sehingga kalau ada ikan pemangsa lain biasanya induknya akan memasukkan anak-anaknya ke dalam mulut, sebagai langkah pengamanan. Namun kalau sudah besar biasanya ikan Gabus ini akan berenang sendiri-sendiri...Read User's Comments0
Mancing Ikan Gabus
Ikan ini banyak dijumpai di sungai-sungai yang masih banyak tumbuhannya.
Juga bisa ditemukan pada rawa-rawa yang juga banyak tanaman airnya. Karena ikan ini biasanya akan bersembunyi dibawah tanaman-tanaman air tersebut.
Juga bisa ditemukan pada rawa-rawa yang juga banyak tanaman airnya. Karena ikan ini biasanya akan bersembunyi dibawah tanaman-tanaman air tersebut.
Ikan Gabus ini termasuk ikan bersisik, namun punya lendir, sehingga cukup licin kalau dipegang. Ketika masih kecil ikan Gabus biasanya bergerombol dan kemana-mana selalu diikuti oleh induknya, sehingga kalau ada ikan pemangsa lain biasanya induknya akan memasukkan anak-anaknya ke dalam mulut, sebagai langkah pengamanan. Namun kalau sudah besar biasanya ikan Gabus ini akan berenang sendiri-sendiri...Read User's Comments0
Ikan Paus
10:27 AM |
Labels:
Dislautkan,
ikan paus,
mancing,
Mangrove Baros,
Mangrove jogja,
mitra bahari,
Small Fish,
Sungai
Ikan paus, menurut warga setempat jenis ikan paus ikan Nagalintang ( atau hiu karena sirip ekor berdiri, berwarna hitam dan ada bintik berwarna putih) seberat kurang lebih 5 ton ( kira-kira diameter 15m dengan panjang 20an m ), Rabu tadi petang terdampar di pantai Pandansimo ( barat pantai kuwaru ), Poncosari, Srandakan, Bantul.
Kemungkinan ikan tersebut masih hidup sewaktu terdampar dipinggi pantai, namun karena karena sebagian terendam pasir, kemungkinan bisa mati nantinya.
Menurut warga dan juga melihat kondisi disana, kemungkinan ikan itu terdampar karena berusaha mengejar ikan-ikan kecil ( teri ) yang kebetulan juga sedang banyak di pantai ini. Ini terlihat dari banyaknya ikan teri yang ikut terdampar ketika ombak menerpa ke pantai.
Menurut warga dan juga melihat kondisi disana, kemungkinan ikan itu terdampar karena berusaha mengejar ikan-ikan kecil ( teri ) yang kebetulan juga sedang banyak di pantai ini. Ini terlihat dari banyaknya ikan teri yang ikut terdampar ketika ombak menerpa ke pantai.
Sampai dengan malam ini banyak warga dan juga pihak terkait ( sar, polsek, koramil, pamong desa dan juga dinas terkait ) yang berusaha untuk menolong ikan tersebut, namun karena ikan tersebut besar dan juga karena ombak, maka ikan tersebut sepertinya tidak bergeming sedikitpun, kemungkinan ikan ini akan dinaikkan ke darat dan akan dikebumikan agar tidak membusuk.
Usaha untuk evakuasi menaikkan ikan ke darat ini akan dilanjutkan besuk pagi, dengan mendatangkan peralatan dari dinas terkait.
Read User's Comments0
Gubug mBah Warsono
9:04 PM |
Labels:
Display,
gubug,
konservasi,
KP2B,
lahan hijau,
mancing,
Mangrove,
Mangrove Baros,
Mangrove jogja,
master plan,
profil mangrove
Sesuatu yang tak asing dijumpai di Kawasan Mangrove Baros adalah sosok mBah Warsono dengan kondisi gubug serta suasana lingkungannya.

" Mbah War "begitu masyarakat memanggilnya. Adalah bisa dikatakan tokoh dibalik layar kehidupan Mangrove. Mengapa ? Karena mBah War inilah salah satu dari Warga Dusun Baros yang dari awal perintisan tanaman Mangrove ikut serta dan "berkorban" untuk keberadaan Mangrove yang sekarang ini.
Mbah War ikut dalam pembinaan untuk seluk beluk tanaman Mangrove, yang sampai saat ini masih fasih menceritakan awal mula keberadaan Mangrove bahkan semua jenis tanaman Mangrove yang ditanam pun dipahami.
Keseharian mBah War sebagai warga dusun yang mengandalkan kehidupan dari menggarap sawah terkadang memang tersita oleh kegiatan dan aktifitas Mangrove. Menghadiri undangan, mendampingi tamu yang datang, atau hal lain seperti mengelilingi Kawasan Mangrove untuk sekedar mengamati perkembangan dan masalah yang menyangkut tanaman Mangrove.
Rumah mBah War berada di Dusun Baros. Namun sering kali dan hampir bisa dikatakan jarang berada di rumah. Beliau justru malah sering berada di Kawasan Mangrove karena memang sawah garapan dan ternaknya ada di sana. Bagi tamu yang pernah datang Ke Mangrove pastilah akan melihat rumah/gubug diujung parkiran. Nah gubug ini yang sekarang dijadikan rumah untuk ditinggali. Keberadaan gubug yang dijadikan rumah tinggal ini memang sudah dilakukan sejak awal mula perintisan tanaman Mangrove. Disini di gubug ini keseharian mBah War dilakukan, mencari rumput untuk ternak, menggarap sawah beristirahat. Kalaupun pulang ke dusun paling-paling hanya sebentar kemudian akan balik lagi ke gubug ini.http://mangrove-jogja.blogspot.com......
Sudah tua memang gubug ini. Ada dua gubug disini, sebelah timur dan sebelah barat. Yang timur seukuran 4 x 5 m2, dulunya untuk istirahat dan menerima tamu yang datang ke Mangrove. Sekarang untuk tempat pompa/diesel air milik mBah War. Yang satunya sebelah barat, lebih besar dan panjang. kurang lebih 4 x 16 m2. Gubug ini dibuat menjadi 4 ruang. Paling Timur untuk dapur dan tempat tidur, sebelahnya untuk tempat peralatan tani dan sebagai tempat kendaraan tamu. Dua ruang sbelah baratnya sekarang dipergunakan untuk kandang ternak, sapi dan ayam. Kalau melihat sapi metal , ya itu sapinya mBah War.
Kondisi dua gubug ini sekarang memang sudah usang, namun pastilah banyak kenangan dan peristiwa yang mungkin terekam terkait dengan keberadaan Mangrove ini, yang mungkin tidak terkatakan atau tergambarkan dengan media apapun.
Kondisi dua gubug ini sekarang memang sudah usang, namun pastilah banyak kenangan dan peristiwa yang mungkin terekam terkait dengan keberadaan Mangrove ini, yang mungkin tidak terkatakan atau tergambarkan dengan media apapun.
Gubug-gubug ini berdiri dengan tiang cor yang sekarang sudah tidak tegak lagi, banyak yang miring karena termakan usia dan tiupan angin, namun begitu masih saja terasa hangat untuk berlindung dari guyuran hujan maupun kencangnya angin selatan dan dinginnya udara malam. Terlebih bagi para pemancing yang sering kali menitipkan kendaraan dan berehat sejenak di gubug ini.
......
......
Semoga ya mBah, dengan perkembangan kawasan Mangrove nantinya gubug-gubug ini dapat diperbaiki sehingga tetap ada dan menjadi bagian tak terpisah dari keberadaan Mangrove..amiiiiiinnn.
Read User's Comments0
Perahu Sampan
Pada blog gambar yang ditampilkan terlihat sebuah “Sampan” dari bambu.
Perahu Sampan ini digunakan oleh para warga masyarakat sekitar sebagai alat transportasi menyeberangi Sungai Opak. Ketika warga akan menuju ke pantai daripada menyeberang , warga kemudian berinisiatif untuk membuat sebuah perahu/sampan untuk alat penyeberangan.
Perahu Sampan ini digunakan oleh para warga masyarakat sekitar sebagai alat transportasi menyeberangi Sungai Opak. Ketika warga akan menuju ke pantai daripada menyeberang , warga kemudian berinisiatif untuk membuat sebuah perahu/sampan untuk alat penyeberangan.
Dahulu kalau warga akan menuju ke Pantai tidak cukup menyeberang dengan jalan kaki, karena waktu itu sungai opak tidak sedalam sekarang. Dulunya kedalaman rata-rata hanya sebatas pusar orang dewasa, dan sungainya tidak selebar sekarang. Dulu masih ada dataran-dataran yang ditumbuhi rumput dan dapat ditanami palawija ( jagung, kacang, ketela ) dan aliran sungai mengalir disekitaran dataran tersebut. Namun sekarang aliran sungai opak sudah melebar dan dalam bahkan dibeberapa tempat ada yang lebih dari 3 meter. Walaupun kondisi ini tidak tetap, dalam artian tempat yang dalam tidak selamanya terkadang berpindah-pindah tergantung dari kondisi “suangan” serta musim.
Read User's Comments0
Panen Ikan
Rejeki memang kadang datang dan pergi tanpa dinyana.
Dua hari ini ( Rabu - Kamis ) petani nelayan wilayah selatan panen ikan. Bukan mencari ikan di laut, namun justru di sungai Opak, di sekitar Mangrove sungai yang akan masuk ke laut.
rata-rata nelayan dapat menangkap ikan dengan jaring sejumlah 20 kg, sekali tangkap. Dua hari ini setiap pagi ( dari subuh - sekira jam 7 ) dan sore malam ( dari magrib - tengah malam ) nelayan memasang jaring di Opak.
Ukuran ikan rerata setengah kilo, jadi kalau ada yang dapat 60 ekor saja sudah sekitar 30 kg. Untuk jenis ikan yang ini disini dijual dengan harga rerata 20 ribu per kilo, jadi sekali nangkap bisa dapat sekitar 600 ribu rupiah.....enak ya?....
Jenis ikan yang ditangkap ini disini diberi nama lokal "gatho", bentuk dan cirinya hampir sama dengan GT ( giant trevally ) namun dengan ukuran setengah kiloan..
Ikan ini biasanya berada di laut, namun tidak tahu kenapa ikan ini justru berada di Opak.
Mungkin karena pas mencari makan, atau pas saat ini laut pasang besar dan mereka ikut naik ke sungai, atau mungkin juga memang sudah lama berada di Opak.. yang jelas untuk dua hari ( semoga sampai seterusnya ) banyak ikan di opak dan nelayan bisa panen, yang tentunya meningkatkan income.....
gambar dari : australianmuseum.net.au
Read User's Comments0
( "UntunG" ) Banjir Lagi
Musim hujan yang datang saat ini, menyebabkan banjir dimana-mana. Cuaca yang terang benderang, panas tiba-tiba saja bisa berubah menjadi gelap dan mendung. lalu tiba-tiba juga disusul hujan, yang terkadang disertai petir dengan suaranya yang keras.
Read User's Comments0
Panen IMPUN
![]() |
| http://mayasar1.files.wordpress.com/2010/01/ipun.jpg |
Kejadian seperti ini sudah terjadi dari waktu dulu, bahkan menurut cerita dari simbah-simbah, dari mereka kecil kejadian impun yang mendekat ke muara sungai ini seudah terjadi dari dulu.
Mengapa Mei dan Juni ? menurut para simbah-simbah impun ini selalu mendekat ke muara pada waktu musim kemarau, sekitar Mei dan Juni. Bahkan saat ini pada bulan Mei ada, bulan Juni juga ada lagi. Untuk Mei sekitar tanggal 28 – 30 sedangkan Juni sekitar tanggal 28 – 29.
Dimana waktu itu kondisi bulan sabit tua. Kalau menurut simbah-simbah setiap tanggal 25 – 28 Jawa, nah puncaknya/terbanyak biasanya tanggal 26 dan 27 Jawa. Tanggal jawa ini maksudnya adalah tanggal yang dihitung dari kenampakan bulan, sehingga tidak mesti sama dengan tanggal/kalender masehi.
Mengapa tanggal/kalender ini tidak pasti ? menurut para simbah-simbah , mereka hanya mengamati kondisi alam sekitar, jadi tidak bisa dipastikan. Terkadang dari tanggal 25 sudah muncul, namun bisa juga kemunculan impun ini pada tanggal 27 nya. Mereka( simbah-simbah ) ini sekali lagi hanya mengamati. Dan biasanya pengamatan mereka banyak benarnya.
Menurut warga yang ikut mencari impun dapat dikonsumsi untuk menambah gizi keluarga, serta untuk menambah pendapatan keluarga, karena bisa dijual kepada warga lain yang tidak bisa mencarinya. "lothong, ki oleh seliri, yo kiro-kirone 25 kilo ( cukup banyak, memperoleh satu karung, sekitar 25 kg ) “ kata lek Waldo.
Satu kilo impun kalau dijual sekitar 20 – 25 ribu rupiah, ini tergantung dari kecil dan besarnya impun maupun bersih dan tidaknya, karena terkadang impun ini tercampur dengan pasir pantai maupun Gangsing ( hewan kecil dengan kaki 8, berekor seperti ekor udang. Sebesar biji kedelai, yang muncul sebelum kemunculan impun dan setelah impun habis. Gangsing ini pun kalau besar menjadi apa , juga tidak ada yang mengetahui. Biasanya gangsing untuk makanan ternak bebek mapun campuran makan ayam ).
Impun di wilayah kabupaten Bantul ini munculnya pada waktu pagi hari, mulai dari subuh sampai sekitar pukul 10 siang, juga sore hari dari jam 16 sampai petang jam 19. Namun bisa juga muncul seharian dari pagi sampai malam hari. Dan yang unik ya hanya antara tanggal 25 – 28 tersebut, sehingga kalau mencari diluar tanggal tersebut pastilah tidak akan memperoleh.
![]() |
| http://feriawan.files.wordpress.com/2008/11/seagull.jpg |
Info dari : Mbah Kuncup, mbah War, lek Waldo, lek Walidi, Nartek, Sunar,Ngatijo.
http://feriawan.files.wordpress.com/2008/11/seagull.jpg
Read User's Comments2
lumba mancing
lumba mancing
berhadiah : sapi, kambing, doorprize lain menarik
hari : minggu, 10 juli 2011
jam : 08 - 12. wib
lokasi : dusun baros tirtohargo kretek bantul
pendaftaran Rp 50 000, oo
datang dan daftarkan ........
berhadiah : sapi, kambing, doorprize lain menarik
hari : minggu, 10 juli 2011
jam : 08 - 12. wib
lokasi : dusun baros tirtohargo kretek bantul
pendaftaran Rp 50 000, oo
datang dan daftarkan ........
Read User's Comments0
Memancing yang Aman
Memancing bukan merupakan olahraga yang berbahaya, tapi Anda harus mempersiapkan diri untuk merasa aman dan nyaman ketika melakukannya. Hal ini dimungkinkan agar anda tidak
Read User's Comments0
Subscribe to:
Posts (Atom)



























