Showing posts with label Small Fish. Show all posts
Showing posts with label Small Fish. Show all posts

Mancing Ikan Gabus

Ikan ini banyak dijumpai di sungai-sungai yang masih banyak tumbuhannya.
Juga bisa ditemukan pada rawa-rawa yang juga banyak tanaman airnya. Karena ikan ini biasanya akan bersembunyi dibawah tanaman-tanaman air tersebut.
Ikan Gabus ini termasuk ikan bersisik, namun punya lendir, sehingga cukup licin kalau dipegang. Ketika masih kecil ikan Gabus biasanya bergerombol dan kemana-mana selalu diikuti oleh induknya, sehingga kalau ada ikan pemangsa lain biasanya induknya akan memasukkan anak-anaknya ke dalam mulut, sebagai langkah pengamanan. Namun kalau sudah besar biasanya ikan Gabus ini akan berenang sendiri-sendiri...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Mancing Ikan Gabus

Ikan ini banyak dijumpai di sungai-sungai yang masih banyak tumbuhannya.
Juga bisa ditemukan pada rawa-rawa yang juga banyak tanaman airnya. Karena ikan ini biasanya akan bersembunyi dibawah tanaman-tanaman air tersebut.
Ikan Gabus ini termasuk ikan bersisik, namun punya lendir, sehingga cukup licin kalau dipegang. Ketika masih kecil ikan Gabus biasanya bergerombol dan kemana-mana selalu diikuti oleh induknya, sehingga kalau ada ikan pemangsa lain biasanya induknya akan memasukkan anak-anaknya ke dalam mulut, sebagai langkah pengamanan. Namun kalau sudah besar biasanya ikan Gabus ini akan berenang sendiri-sendiri...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Ikan Paus


Ikan paus, menurut warga setempat jenis ikan paus ikan Nagalintang ( atau hiu karena sirip ekor berdiri, berwarna hitam dan ada bintik berwarna putih) seberat kurang lebih 5 ton ( kira-kira diameter 15m dengan panjang 20an m ), Rabu tadi petang terdampar di pantai Pandansimo ( barat pantai kuwaru ), Poncosari, Srandakan, Bantul.

 
Kemungkinan ikan tersebut masih hidup sewaktu terdampar dipinggi pantai, namun karena karena sebagian terendam pasir, kemungkinan bisa mati nantinya.
Menurut warga dan juga melihat kondisi disana, kemungkinan ikan itu terdampar karena berusaha mengejar ikan-ikan kecil ( teri ) yang kebetulan juga sedang banyak di pantai ini. Ini terlihat dari banyaknya ikan teri yang ikut terdampar ketika ombak menerpa ke pantai.
 

Sampai dengan malam ini banyak warga dan juga pihak terkait ( sar, polsek, koramil, pamong desa dan juga dinas terkait ) yang berusaha untuk menolong ikan tersebut, namun karena ikan tersebut besar dan juga karena ombak, maka ikan tersebut sepertinya tidak bergeming sedikitpun, kemungkinan ikan ini akan dinaikkan ke darat dan akan dikebumikan agar tidak membusuk. 
 
 



Usaha untuk evakuasi menaikkan ikan ke darat ini akan dilanjutkan besuk pagi, dengan mendatangkan peralatan dari dinas terkait.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Panen Ikan


Rejeki memang kadang datang dan pergi tanpa dinyana. 
Dua hari ini ( Rabu - Kamis ) petani nelayan wilayah selatan panen ikan. Bukan mencari ikan di laut, namun justru di sungai Opak, di sekitar Mangrove sungai yang akan masuk ke laut.
rata-rata nelayan dapat menangkap ikan dengan jaring sejumlah 20 kg, sekali tangkap. Dua hari ini setiap pagi ( dari subuh - sekira jam 7 ) dan sore malam ( dari magrib - tengah malam ) nelayan memasang jaring di Opak.
Ukuran ikan rerata setengah kilo, jadi kalau ada yang dapat 60 ekor saja sudah sekitar 30 kg. Untuk jenis ikan yang ini disini dijual dengan harga rerata 20 ribu per kilo, jadi sekali nangkap bisa dapat sekitar 600 ribu rupiah.....enak ya?.... 
Jenis ikan yang ditangkap ini disini diberi nama lokal "gatho", bentuk dan cirinya hampir sama dengan GT ( giant trevally ) namun dengan ukuran setengah kiloan..
Ikan ini biasanya berada di laut, namun tidak tahu kenapa ikan ini justru berada di Opak. 
Mungkin karena pas mencari makan, atau pas saat ini laut pasang besar dan mereka ikut naik ke sungai, atau mungkin juga memang sudah lama berada di Opak.. yang jelas untuk dua hari ( semoga sampai seterusnya ) banyak ikan di opak dan nelayan bisa panen, yang tentunya meningkatkan income.....

gambar dari : australianmuseum.net.au 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

( "UntunG" ) Banjir Lagi

Musim hujan yang datang saat ini, menyebabkan banjir dimana-mana. Cuaca yang terang benderang, panas tiba-tiba saja bisa berubah menjadi gelap dan mendung. lalu tiba-tiba juga disusul hujan, yang terkadang disertai petir dengan suaranya yang keras.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Panen IMPUN

http://mayasar1.files.wordpress.com/2010/01/ipun.jpg
Pada bulan Mei serta Juni 2011 ( kalau tidak salah Jumadilawal dan Rejeb , untuk kalender jawa ) ini merupakan bulan pesta impun ( sejenis ikan kecil, warna putih, berukuran panjang 2-3 cm, sebesar butir beras ) bagi warga yang berada di sepanjang Pantai Selatan Propinsi DIY, khususnya Bantul. Dimana impun ini mendekat ke pinggir pantai yang ada muaranya ( muara sungai Progo di Srandakan, Bantul – Trisik, Kulon Progo dan Muara Sungai Opak di Kretek - Srandakan ).

Kejadian seperti ini sudah terjadi dari waktu dulu, bahkan menurut cerita dari simbah-simbah, dari mereka kecil kejadian impun yang mendekat ke muara sungai ini seudah terjadi dari dulu.

Mengapa Mei dan Juni ? menurut para simbah-simbah impun ini selalu mendekat ke muara pada waktu musim kemarau, sekitar Mei dan Juni. Bahkan saat ini pada bulan Mei ada, bulan Juni juga ada lagi. Untuk Mei sekitar tanggal 28 – 30 sedangkan Juni sekitar tanggal 28 – 29. 

Dimana waktu itu kondisi bulan sabit tua. Kalau menurut simbah-simbah setiap tanggal 25 – 28 Jawa, nah puncaknya/terbanyak biasanya tanggal 26 dan 27 Jawa. Tanggal jawa ini maksudnya adalah tanggal yang dihitung dari kenampakan bulan, sehingga tidak mesti sama dengan tanggal/kalender masehi.

Mengapa tanggal/kalender ini tidak pasti ? menurut para simbah-simbah , mereka hanya mengamati kondisi alam sekitar, jadi tidak bisa  dipastikan. Terkadang dari tanggal 25 sudah muncul, namun bisa juga kemunculan impun ini pada tanggal 27 nya. Mereka( simbah-simbah ) ini sekali lagi hanya mengamati. Dan biasanya pengamatan mereka banyak benarnya.

Menurut warga yang ikut mencari impun dapat dikonsumsi untuk menambah gizi keluarga, serta untuk menambah pendapatan keluarga, karena bisa dijual kepada warga lain yang tidak bisa mencarinya. "lothong, ki oleh seliri, yo kiro-kirone 25 kilo ( cukup banyak, memperoleh satu karung, sekitar 25 kg ) “ kata lek Waldo. 

Satu kilo impun kalau dijual sekitar 20 – 25 ribu rupiah, ini tergantung dari kecil dan besarnya impun maupun bersih dan tidaknya, karena terkadang impun ini tercampur dengan pasir pantai maupun Gangsing ( hewan kecil dengan kaki 8, berekor seperti ekor udang. Sebesar biji kedelai, yang muncul sebelum kemunculan impun dan setelah impun habis. Gangsing ini pun kalau besar menjadi apa , juga tidak ada yang mengetahui. Biasanya gangsing untuk makanan ternak bebek mapun campuran makan ayam ).

Impun di wilayah kabupaten Bantul ini munculnya pada waktu pagi hari, mulai dari subuh sampai sekitar pukul 10 siang, juga sore hari dari jam 16 sampai petang jam 19. Namun bisa juga muncul seharian dari pagi sampai malam hari. Dan yang unik ya hanya antara tanggal 25 – 28 tersebut, sehingga kalau mencari diluar tanggal tersebut pastilah tidak akan memperoleh.

http://feriawan.files.wordpress.com/2008/11/seagull.jpg
Keberadaan impun ini juga otomatis menarik minat dari ikan laut yang lain, nyatanya banyak nelayan yang juga memperoleh ikan dengan cara dijaring eret, maupun dengan jala, pada saat kemunculan impun ini. Disamping ikan juga berbagai burung ( migrasi ) seperti Camar Laut, Kuntul, Sapen, Cangak. 


Info dari : Mbah Kuncup, mbah War, lek Waldo, lek Walidi, Nartek, Sunar,Ngatijo.
Sumber gambar :
http://feriawan.files.wordpress.com/2008/11/seagull.jpg

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments2